Pendidikan Anak-Anak

Membuat Bayi Pintar Setelah Melahirkan

Makanan Sebanyak apa pun yang masuk dalam tubuh janin hanya terkait dengan gizi saja. Itu tak cukup bagi bayi untuk pertumbuhan maksimalnya.

Pentingnya Membangun Lingkungan Berkarakter

Terciptanya lingkungan berkarakter sangat mempengaruhi masa depan kepribadian sang anak dan lingkungan sendiri memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter-karakter individu yang ada di dalamnya.

Waspadai Bayi Cacat Bawaan Sejak Dini

Kecukupan asam folat pada minggu pertama hingga keempat kehamilan memainkan peranan penting untuk pertumbuhan janin.

Mempersiapkan Masa Puber Sang Anak

Orang tua sebaiknya membangun hubungan selayaknya seorang sahabat kepad anaknya. Mereka harus mengerti jiwa sang anak.

Anak Cerdas Sangat Mahal Harganya

Jangan biarkan anak kita ketinggalan dengan teman-temannya. Jadikan anak kita lebih pintar dari teman-temannya.

Senin, 30 Desember 2013

Tips Memilih Mainan yang Aman Bagi Anak

Di samping menyenangkan, bermain bagi anak-anak juga bisa meningkatkan kecerdasan, kreativitas, dan perilaku anak. Tapi selektiflah dalam memilih mainan yang sangat dibutuhkan agar bermanfaat bagi anak.

egiatan bermain untuk anak, sebenarnya sudah dapat dimulai ketika anak baru terlahir di dunia ini. Perlu diketahui, sebenarnya bayi yang baru lahir hingga usia 2 bulan, sangat senang dan menikmati sebuah permainan. Pada bayi seumur ini, orangtua mungkin belum bisa memberikan benda apa pun untuk dijadikan permainan bayinya, karena memang otot-otot bayi yang seumur ini masih lemah dan belum berfungsi baik. Bayi yang baru lahir hingga 2 tahun, mempunyai gerakan hanya sebagian besar masih gerak refleks (menghisap, menggenggam, dan sebagainya). Untuk itu, dianjurkan bagi orangtua agar mengajak bayinya untuk terus bermain, sehingga kecerdasan motorik bayi akan berkembang pesat, baik motorik halus maupun motorik kasar.

       Usia 0-5 tahun sering disebut tahap perkembangan penting dalam pertumbuhan anak. Di masa ini, anak seharusnya lebih banyak bermain karena aktivitas tersebut dapat membantu pengembangan otaknya. Mainan seperti apa yang sebaiknya dipilih orangtua? Psikolog anak Vera Itabiliana memberikan tambahan penjelasan mengenai pentingnya bermain untuk anak di usia 0-5 tahun ini. Dikatakan Vera, masa 0-5 tahun otak berkembang pesat, sehingga orangtua sebaiknya memaksimalkan dengan memberikan mainan yang dapat merangsang kemampuan anak. "Ketika bermain anak merasa senang. Saat senang banyak yang bisa terserap ke otak," ujar psikolog yang juga ibu dua anak itu. Saat memberikan anak mainan, Vera menyarankan, ikutlah bermain dengan buah hati Anda, jangan hanya menontonnya bermain saja. "Kasih contoh bagaimana nikmatnya bermain dengan mainan itu. Karena terkadang buat anak yang penting itu suasananya," jelasnya lagi.

       Sedangkan menurut Dr. Soedjatmiko, SpA. (K) Msi, Ketua Divisi Tumbuh Kembang RSCM, setelah anak lahir, aktivitas bermain juga tidak boleh ditinggalkan. Baik bermain dengan memakai alat permainan ataupun tidak. Karenanya tubuh kembangnya anak terus berlangsung hingga usia 2-3 tahun. Untuk permainan yang menggunakan alat, orangtua harus meneliti keamanan mainan, orangtua harus meneliti keamanan mainan. Menurut Soedjatmiko, mainan yang mudah lepas, mempunyai lubang-lubang kecil yang dapat menjepit jari anak, atau terlalu besar sehingga berbahaya, atau mengandung racun seperti mainan yang menggunakan cat berkualitas rendah, adalah yang tidak aman bagi anak.

Tips Memilih Mainan

       Saat memilih mainan yang aman dan terbaik bagi anak, perhatikan tips berikut ini: Untuk melatih konsentrasi anak, hindari pemberian mainan dalam jumlah terlalu banyak. Untuk keamanan, hindari mereka dari mainan yang mudah pecah. Untuk kesehatan, pastikan mainan yang diberikan kepada anak tidak mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan anak. Hindari mainan yang mengeluarkan suara terlalu nyaring agar tidak berdampak negatif bagi pendengaran mereka.

       Juga, hindari mainan yang bisa menembakkan benda kecil ke udara. Karena mainan seperti itu dapat mencederai mata anak. Bila mainan menggunakan tali sebagai salah satu komponennya, pastikan panjangnya tak lebih dari 20 cm. Awasi anak saat bermain dirumah, dan biasakan anak untuk membereskan kembali mainannya selepas bermain.

      Setiap usia anak mempunyai tahapan-tahapan perkembangannya. Oleh karena itu, pandai-pandailah memberikan permainan kepada anak. Permainan yang tidak sesuai dengan tahapan-tahapan perkembangan anak tentunya akan membahayakan perkembangan anak sendiri. Berbagai permainan yang sesuai dengan usia anak diantaranya:
  1. Pada usia 0-12 bulan, hendaknya memberikan mainan yang berwarna cerah dan mengeluarkan bunyi-bunyian serta mainan yang dapat diremas, terbuat dari bahan yang halus, dan bisa digigit-gigit.
  2. Pada usia 13-15 bulan, berikan mainan seperti telepon mainan, cangkir dan alasnya. Atau mainan yang bisa ditarik atau didorong-dorong.
  3. Pada usia 19-20 bulan, berikan mainan seperti kuda-kudaan, boneka bongkar pasang, bola karet, mainan untuk menggali, krayon yang berukuran besar,  puzzle sederhana, tanah liat atau lilin.
  4. Pada usia 22-24 bulan, berikan mainan seperti alat untuk masak-masakan, dokter-dokteran, mainan kontruksi (balok-balok), mainan yang bergerak seperti kereta api, truk, majalah tua, keranjang untuk main basket, puzzle jig saw, dan sebagainya.
  5. Pada usia 2-3 tahun, berikan mainan seperti sepeda roda tiga, trampolin mini, boneka dengan kereta dorong dan botol susu serta pakaiannya, buku mewarnai, krayon, pensil warna, instrumen musik seperti piano kecil, harmonika, pianika, alat main bulu tangkis atau tenis mainan, buku cerita, kolam renang tiup, perangkat mainan alat petani, perang-perangan, proyek pembangunan gedung, dan sebagainya.

Rabu, 11 Desember 2013

Agar Anak Dapat Terbiasa Membaca Al-Qur'an dengan Sendirinya


Belajar membaca al-Qur'an harus ditanamkan kepada anak-anak sejak ia berusia dini. Bahkan sejak masih dalam kandungan. Jangan sampai kita terlambat dalam mendidik anak-anak kita. Semakin lama usia anak, semakin sulit untuk diajari membaca al-Qur'an. 
ungguh suatu kebahagiaan dan kenikmatan yang besar karena kita sebagai umat Islam telah memiliki al-Qur'an dengan berbagai mukjizat-mukjizat yang yang terkandung di dalamnya. Seperti, dengan membaca al-Qur'an dapat mendatangkan pengaruh yang besar bagi kehidupan jasmani serta rohani kita. Jika mendengar musik klasik dapat mempengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ), bagaimana dengan mendengarkan atau membaca al-Qur'an? tentunya dapat mempengaruhi lebih dari itu, karena al-Qur'an adalah mukjizat yang begitu besar bagi kita semua. Dari sini, banyak peneliti telah melaksanakan penelitan untuk menguak kedahsyatan al-Qur'an dan al-hasil dari penelitiannya telah meyakinkan mereka betapa hebatnya mukjizat al-Qur'an.

      Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat al-Qur'an, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar. Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan al-Quran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit. 

       Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, al-Qur'an terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.
 
      Selain itu, al-Qur'an juga dapat memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997 bahwa seoraang bayi yang masih berusia 48 jam dan kemudian diperdengarkan kepadanya lantunan ayat-ayat al-Qur'an dari tape recorder telah menunjukkan respon tersenyum dan dapat menjadikan sang bayi tersebut merasa tenang dan nyaman.

      Untuk itu, pendidikan membaca al-Qur'an sanagatlah penting diberikan oleh anak- anak, bahkan dari usia sedini mungkin. Ibnu Khaldun dalam kitabnya al-Muqaddimah mengatakan, mengajarkan al-Qur'an kepada anak kecil merupakan salah satu bentuk syiar agama yang dilakukan oleh orangtua di berbagai kawasan Islam. Mengajarkan al-Qur'an, menurut Direktur Satu Langit Farid Ma'ruf, harus dimulai sejak anak masih dalam kandungan, yakni dengan cara sang ibu membaca al-Qur'an secara rutin. "Dengan belajar al-Qur'an sejak dini bisa terbentuk akidah yang kokoh pada diri anak," paparnya.

      Menurud Farid, anak-anak biasanya akan terpengaruh dengan lingkungan tempat tinggal. Ketika anak-anak seusianya banyak yang belajar mengaji, tidak menutup kemungkinan anak ini akan ikut mengaji, begitu pula sebaliknya. Tetapi yang penting adalah menciptakan lingkungan yang kondusif. "Jika orangtua mengharapkan anaknya mau belajar membaca al-Qur'an, tentu orangtuanya juga harus memberikan contoh kepada anaknya. Misalnya setiap habis shalat orangtua membaca al-Qur'an dengan rutin. Maka, secara perlahan anak akan mengikuti apa yang telah orangtuanya lakukan," jelasnya.

      Selain itu, orangtua harus pandai-pandai menciptakan suasana yang menyenangkan agar anak tidak merasa terbebani dan membosankan. Orangtua juga harus pandai dalam memperhatikan kondisi anak. Jangan sampai ketika anak diajak belajar ternyata ia sedang sakit, mengantuk, lapar. Permasalahan-permasalahan jasmani yang membuat anak terganggu belajarnya mungkin wajar. Namun permasalahan rohani, orangtua harus mewaspadai dan bertindak cepat dalam menanganinya. Misalnya malas, jenuh, dan tidak punya gairah dalam belajar, orang tua harus pandai-pandai menggugah semangat anak agar terus mau belajar tanpa paksaan. Intinya tanamkan "keikhlasan" kepada anak untuk membaca al-Qur'an, selanjutnya "kesadaran" akan timbul kepada anak dengan sendirinya.

      Supaya anak cepat bisa membaca al-Qur'an, gunakan indra pendengarannya. Pada awalnya mungkin anak hanya akan menghafal, belum bisa membaca. Tetapi dengan modal menghafal, anak justru mudah membaca al-Qur'an. Cara lain, dengan menggantungkan atau menempel huruf-huruf hijaiyah di dinding dekat tempat anak biasa bermain. Dengan membuat kuis, mengacak huruf hijaiyah, kemudian anak disuruh menjawabnya. Bila anak mampu untuk menjawab dengan benar, maka jangan lupa orangtua memberi pujian atau bisa memberikan hadiah (cium sayang, atau hadiah yang sesui dengan kondisi anak). Jika hal ini dilakukan sejak dini, maka pada usia 7 tahun, anak anak terbiasa mengaji. tanpa harus diperintah oleh orangtuanya,  anak-anak akan disiplin membaca al-Qur'an.

Selasa, 10 Desember 2013

Pentingnya Membangun Kedisiplinan Anak Bagi Masa Depannya


Mendidik anak-anak hidup berdisiplin sebenarnya mudah, jika kita memulainya dari sedini mungkin. Jangan lalaikan kehidupan disiplin anak, karena kedisiplinan sangat mempengaruhi masa depan anak sendiri.


etiap orangtua pastinya sangat menginginkan anak-anaknya dapat berdisiplin di kehidupan sehari-harinya. Dengan melihat pentingnya hidup berdisiplin bagi masa depan anak ini, berbagai usaha telah dilakukan oleh orangtua untuk mendidiknya. Namun memang benar kalau mendidik anak berdisiplin sangatlah sulit, dikarenakan masa anak-anak adalah penuh dengan bermain, tidak nurut, mempunyai keinginan yang kuat dsb. Ketika anak-anak diajak berdisiplin beribadah, belajar, menata pakaian dan lain-lain, mereka malah sangat bandel dan sulit diatur, sehingga ucapan-ucapan kasar terlontar dari orangtua terhadap anaknya, karena sudah putus asa untuk mendidiknya. Sehingga Pondok Pesantren lah menjadi solusi terbaik untuk mendidik anak-anaknya.

       Banyak sekali manfaat dari disiplin bagi anak diantaranya, dapat menumbuhkan kepribadi yang peka/berperasaan halus dan percaya pada orang lain. Sikap-sikap seperti ini akan memudahkan dirinya mengungkapkan perasaannya kepada orang lain, termasuk orangtuanya sendiri, al-hasil anak akan mudah menyelami perasaan orang lain juga. Dengan disiplin anak jadi peduli pada kebutuhan dan kepentingan orang lain. Disiplin membuat anak memiliki integritas, selain dapat memikul tanggung jawab, mampu memecahkan masalah dengan baik dan mudah mempelajari sesuatu. Anak jadi memiliki pola hidup yang teratur dan mampu mengelolanya dengan baik. Penelitian menunjukkan, bayi yang tenang/jarang menangis ternyata lebih mampu memperhatikan lingkungan sekitarnya dengan baik. Di tahap selanjutnya, ia bisa cepat berinteraksi dengan orang lain. 

        Dengan disiplin juga dapat menumbuhkan sikap percaya diri pada anak, karena sikap ini tumbuh saat anak diberi kepercayaan untuk melakukan sesuatu yang mampu ia kerjakan sendiri. Dengan disiplin anak menjadi mandiri, kemandirian anak ini dapat diandalkan untuk bisa memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Anak juga dapat mengeksplorasi lingkungannya dengan baik. Disiplin merupakan bimbingan pada anak agar sanggup menentukan pilihan bijak. Anak jadi cepat akrab dan ramah terhadap orang lain, karena kemampuannya beradaptasi lebih terasah. Pada usia 3 tahun pertama, pertumbuhan otak anak sangat pesat. Di usia ini, ia menjadi peniru perilaku yang sangat piawai. Jika ia mampu menyerap disiplin yang dicontohkan orang tuanya, maka disiplin sejak dini akan membentuk kebiasaan dan sikap yang positif. Nah, dengan menerapkan disiplin, maka anak dengan kebutuhan khusus tsb akan mampu hidup lebih baik. Hasil nyata dari penerapan disiplin adalah kepatuhan dan anak akan menuruti aturan yang diterapkan orang tua atas dasar kemauan sendiri. 
 
      Disiplin, kata Psikolog Evi Elviati, memang perlu diterapkan pada anak sejak usia dini. Ini agar anak memiliki keteraturan dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Terlebih jika anak sudah mulai berinteraksi dengan dunia sekolah. "Anak harus menaati peraturan-peraturan yang diterapkan sekolah", paparnya. sedangkan menurut Evi, bila anak sudah terbiasa disiplin sejak dini, maka ketika dewasa ia tidak akan mengalami kesulitan peraturan-peraturan di masyarakat, "Biasanya, anak yang terlatih disiplin waktu, ia dapat  menggunakan waktunya dengan baik dan efisien," tambah psikolog dari Essa Consultan ini menjelaskan.

       Menurutnya orangtua model hidup dan model terdekat  bagi anak. Karena itu, orangtua harus memberikan contoh yang baik kepada anak. Baik dengan perbuatan maupun perkataan. "Jika orangtua ingin anaknya disiplin dengan waktu, maka orang tua harus terlebih dahulu disiplin," tandan Evi. Ini merupakan cara termudah yang anak bisa terapkan untuk disiplin. Cara lainnya seperti membuat jadwal sederhana bagi si anak, bik secara tertulis maupun tidak. Misalnya, kapan anak harus tidur atau makan supaya anak tidak menolah jadwal yang telah disusun., orangtua perlu memperhatikan cara tepat menyampaikannya kepada anak.

      "Buatlah suasana yang menyenangkan dalam menerapkan disiplin. Misalnya dengan membuat peraturan dengan meminta pendapat anak," ujarnya. Orangtua juga haru menceritakan manfaat bila anak mau mengikuti apa yang telah dikatakan orangtuanya. Selain itu, saat membuat peraturan, orangtua hendaknya mempertimbangkan kebutuhan anak. Orangtua, jangan memaksakan kehendaknya. Misalnya, dengan membuat peraturan supaya anak belajar atau mandi pada saat kartun kesayangannya ditayangkan. "Cobalah bersifat lebih fleksibel agar anak tidak merasa hukuman," tandas Evi.

      Hal penting yang juga harus diperhatikan orangtua, adalah konsistensi antara ayah dan ibu atau siapa saja yang ada dalam lingkungan si anak. Juga konsistensi menjaga atau menaati peraturan yang telah dibuat. Misalnya, hari ini anak harus mandi atau belajar jam 5 sore, tapi besok si anak malah dibiarkan tidak belajar. Ketidak-konsistenan ini akan merusak pola disiplin yang sudah dibentuk. Yang lebih fatal lagi, anak akan mudah melanggar atau meremehkan jadwal yang telah dibuat.

Waspahai Cacat Bawaan Sejak Dini

Kecukupan asam folat pada minggu pertama hingga keempat kehamilan memainkan peranan penting untuk pertumbuhan janin.


emiliki buah hati merupakan inpian semua orang dalam membingkai keluarga yang bahagia. Mempunyai buah hati yang sempurna sebagai wujudan kasih sayang dari sepasang suami istri tentunya merupakan kebahagiaan yang luar biasa, sebagai penerus keturunan dan pelindung orang tua ketika mencapai hari tuanya. Dan melahirkan bayi dengan selamat dan normal adalah dambaan setiap keluarga. Namun tanpa disadari kurangannya  pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi makanan saat mengandung bisa menyebabkan cacat pada otak dan syaraf tulang belakang bayi. dalam ilmu kedokteran ini disebut Neural Tube Defects (NTD).
      Pada sebuah acara diskusi tentang "Pentingnya Asam Folat dalam Kehamilan" di Jakarta beberapa waktu yang lalu, dr Noyoromo Wibowo SpOG dari Subbagian Fetomaternal, bagian Obstetri dan Ginekologi, fakultas kedokteran Universitas Indonesia menjelaskan ada 4 (empat) tipe NTD. Yaitu:
  1. Anensefali, yaitu pertumbuhan tengkorak kepala dan otak yang tak sempurna, dan spina bifida, yaitu sumbing tulang belakang (celah pada tulang belakang) karena beberapa ruas tulang gagal tertaut.
  2. Meningicele, yaitu terbukanya tabung saraf tulang belakang yang memunculkan benjolan di punggung.
  3. Encephalocele, yaitu cacat tulang kepala yang mengakibatkan terbentuknya benjolan berisi jaringan otak di kepala bagian depan atau belakang.
  4. Ensefalosel, yaitu terbukanya lengkung tulang pada tulang belakang yang memunculkan penonjolan kulit di daerah tulang belakang.
      Guna mengurangi resiko cacat bawaan pada bayi, menurut Naroyono, hendaknya ibu hamil mengonsumsi 600 mikrogram asam folat perhari. Jumlah ini 50 persen lebih banyak dibandingkan wanita yang tidak hamil. untuk wanita yang merencanakan kehamilan, minimal mengonsumsi 400  mimikrogram setiap hari. Sedangkan ibu hamil yang sudah pernah mengalami NTD, dianjurkan untuk mengonsumsi asam folat 4 mikrogram perhari 3-4 bulan sebelum hamil kembali.

      Asam folat sangat penting sebagai koenzim pembentukan purin dan pirimidin yang diperlukan dalam sistesis asam nukleat. Kekurangan asam folat bisa menjadi faktor resiko terjadinya cacat bawaan. Asam folat juga berfungsi sebagai koenzim untuk produksi DNA dan RNA, meningkatkan replikasi sel, menurunkan kadar homosistin darah sehingga mencegah gangguan jantung, kanker, sebagai antidepresi dan meningkatkan suasana hati.

      Dalam sebuah penelitiannya, Prof dr Andrew E Czeizel PhD DSc dari Faculty of Genetics, University of Sciences, Hongaria, mengatakan bahwa asam folat bukan satu-satunya komponen aktif dalam mencegah cacat bawaan. Sebab, asam folat ini harus berinteraksi dengan vitamin B6, B12, C, serta seng dalam jalur metabolisme. ada 3 (tiga) cara dalam mendapatkan kecukupan vitamin, yaitu makan banyak sayuran, buah dan biji-bijian, menelan suplemen multivitamin, dan makan makanan yang difortifikasi. "Kalau konsumsi hariannya sudah memenuhi kebutuhan gizi seimbang, termasuk asam folat, maka kekhawatiran akan terjadinya bayi lahir cacat tak perlu dikhawatirkan. " Jelasnya. menurutnya, kebutuhan zat besi di masa kehamilan meningkat karena berguna untuk memenuhikebutuhan janin antisipasi kehilangan darah pada persalinan. "Intervensi gizi yang terbukti efektif adalah suplementasi gaz besi, asam folat, yodium, kalsium serta keseimbangan energi dan protein. Sedang manfaat suplementasi vitamin A dan seng pada kehamilan perlu di konfirmasi lagi dengan penelitian." Ujarnya.

      Kecukupan asam folat pada minggu-minggu pertama hingga keempat kehamilan, menurut Czeizel, memainkan peranan penting untuk pertumbuhan janin. Kendati penting, banyak calon ibu tidak memperhatikan asupan asam folat pada masa-masa awal kehamilan. "Berdasarkan pengalaman kami, sebagian besar calon ibu, tidak menyadari minggu-minggu pertama kehamilannya itu. Sehingga makanan yang dikonsumsi sehari-hari tidak dipersiapkan untuk memenuhi janin yang dikandungnya." Ujar Noyorono.

      Kebutuhan akan asam folat bisa dipenuhi dengan banyak mengonsumsi sayur-sayuran hijau dan buah-buahan segar. Tapi, karena 80 persen folat hilang selama proses pemasakan, ibu hamil  sangat dianjurkan untuk mengonsumsi buah yang kaya folat seperti semangka, kawi, dan pisang atau suplemen folat yang banyak dipasaran. Menurutnya, resiko munculnya NTD antara lain dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, riwayat keluarga, kekurangan gizi, paparan panas, wanita diabetes yang tergantung insulin, wanita yang minum obat antiepilepsi (valpiric acid, carbamazapile), juga wanita yang minum obat yang bersifat antagonis asam folat.

      Kekurangan asam folat berakibat rambut beruban dini, anemia, letih, kurang semangat, sulit tidur (insomnia), mudah lupa, serta depresi. Kadar asam folat rendah ditemukan pada pasien psikiatri serta kasus depresi pada usia lanjut. Kadang-kadang, gangguan mental disebabkan oleh asupan gizi kurang. Respons pasien terhadap obat psikotropik (antidepresi) membaik setelah kadar folat ditingkatkan. Sementara itu, United States Centers for Disease Control & Preventien (CDC) melaporkan, bahwa makanan kaya asam folat terbukti dapat mencegah terjadinya  NTD hingga 70 %. Wanita yang mengkonsumsi tambahan folat 2-3 bulan sebelum dan di awal kehamilan dapat mengurangi resiko kehamilan bayi cacat pada otak.

Senin, 09 Desember 2013

Agar Anak Gemar Membaca

Kebiasaan membaca sejak dini ternyata bisa menggali bakat dan potensi anak. Selain itu dapat mengacu daya nalar dan melatih konsentrasi mereka.

uku adalah jendela pengetahuan dan dengan banyak membaca buku maka wawasan kita akan semakin luas. Tak sedikit dari orang sukses berasal dari keluarga yang cinta membaca. Karena itu, Dr. Seto Mulyadi Psi. Msi.atau kerap di sapa Kak Seto, menandaskan pentingnya mendidik anak untuk gemar membaca dari usia dini. Karena hebatnya, menurut Kak Seto, bayi kecil saja sudah dapat menikmati buku yang dibacakan orang yang memangkunya, dari irama, suara, dan kehangatan kasih sayang si pemangku anak tersebut.

      Asmarani Rosalba, atau dikenal dengan Asma Nadia, novelis, penulis buku cerita anak dan CEO Penerbit Lingkar Pena adalah figur sukses dan berpengalaman memerkenalkan bacaan pada anaknya sejak dini. disamping prestasi yang terus meningkat di sekolah, anak tertuanya sudah pandai membaca saat berusia empat tahun, dan telah mampu mengarang dengan baik saat usianya tujuh tahun.

      Menurut Asma, untuk mengapresiasikan budaya baca pada anak, orang tua penting memberi contoh. Atau, rajin memdongeng atau memperkenalkan buku-buku cerita yang sesuai usia anak. Namun, jangan memaksa anak untuk membaca jika orangtua tak pernah membaca. Agar anak-anak tak bosan membaca, Asma menyarankan agar mereka diberi aneka buku yang lucu dan berwarna warni. Tentunya dengan bacaan sesuai usianya.

      Anak usia 0-2 tahun yang tengah dalam proses pengembangan motorik, cara terbaik memperkenalkan budaya baca pada mereka adalah dengan  cara mendongeng dan memberi contoh. Agar lebih menarik, orangtua harus mampu bermain intonasi dan gerak tubuh saat memdongeng. Usia 0-5 tahun, anak bisa di beri buku-buku plastik yang bisa dibawa kemana-mana, termasuk saat mandi. Buku-buku itu jaga bisa berbahan kain yang bisa menampilkan gambar-gambar hewan atau buah-buahan.

      Kiat lainnya, saat awal upaya menggairahkan minat baca anak, dapat dilakukan dengan memberikan buku-buku yang berisi satu kata pada setiap halamannya. Kemudian dikembangkan dengan buku yang berisi satu kalimat per halaman. "Memperkenalkan budaya membaca pada saat anak usia dini, akan memberi hasil lebih optimal daripada menunggu mereka besar yang akan lebih menyukai budaya nonton TV." Ungkap Asma.

Menumbuhkan Minat Baca Anak

      Dalam Parents Who Love Reading, Kids Who Don't (Grasindo, 1997), Mary Leonhardt menyodorkan beberapa tips menumbuhkan minat baca anak:
  1. memberi buku atau majalah yang penuh gambar-gambar menarik. Biarkan anak membolak-baliknya. Dan untuk mengetahui minat membaca anak, sesekali coba meminta ia pilih buku atau majalah yang ada.
  2. Biarkan anak membaca komik, majalah atau koran. Karena masing-masing bacaan itu memiliki kelebihan. Komik memiliki karakter, garis cerita, jenis bahasa, dan nada yang sama. Majalah dan koran memiliki artikel dan cerita pendek yang dapat dibaca dalam waktu singkat. Bersamaan dengan timbulnya minat baca anak, mulailah gerakkan mereka untuk membaca buku.
  3. Buku pertama yang patut diberikan adalah buku yang berciri humor. Karena anak kerap terkesan pada buku yang lucu.
  4. Buku apapun yang disukai anak, sepatutnya orang tua dukung.
  5. Dalam tahap pengembangan, orangtua harus mulai memperkenalkan bacaan lain di luar yang disukai anak. Seperti buku yang sejenis dari pengarang yang berbeda. Saat itu sangat baik, memanfaatkan keberadaan perpustakaan.
  6. Berikan dukungan agar anak mau meningkatkan bacaan yang lebih luas. Orangtua bisa menawarkan buku-buku yang pernah disenangi.
  7. Saat anak sudah mempunyai kebutuhan terhadap buku, biarkan ia mencari buku sendiri.
  8. Tak ketinggalan penting, orangtua harus menciptakan rumah sebagai tempat yang menyenangkan, agar anak betah membaca buku.
Sofyan Badrie/Berbagai Sumber.

Kiat Menghindari Kelahiran Bayi Cacat



     Upaya menghindari bayi lahir dalam keadaan cacat, setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan oleh ibu hamil, mulai dari bulan pertama hingga akhir kehamilan. 

     Pertama, hindari kebiasaan meminum obat tanpa sepengetahuan dokter. Biasanya ibu yang mengalami kehamilan, kondisi badan semakin lama semakin melemah. Ketegangan mental semakin meningkat hingga timbul perasaan jengkel. 

     Kedua, hindari ketegangan emosional. Pada umumnya ketegangan emosional semakin meninggi di usia hamil tua. Menurut penelitian, wanita hamil dengan susunan syaraf otonom yang labil, memiliki focus-fokus paling aktif. Kondisi seperti ini akan menyebabkan ibu hamil mengalami ketegangan emosi, reaktif, dan mudah tersinggung. Akibat kegoncangan emosi ini, biasanya anak akan terlahir dengan berat badan yang kurang di banding dengan panjangnya. Pada perkembangan berikutnya, anak anak mengalami gangguan sulit makan. Akibat lain, biasanya anak terlahir dengan gangguan mental yang kurang normal. Gangguan ini biasanya disebut Down Syndrome. Sedangkan jika gangguan emosi terjadi pada bulan kedua kehamilan, maka akan mengakibatkan terjadinya gangguan sindrom nafsu terhambat. Anak-anak yang demikian akan memiliki ciri apatis, pasif, dan tampak tidak bergairah. 

     Ketiga, hindari percaya terhadap takhayul. Misalnya, jika ibu hamil orang buta, maka anak yang bakal terlahir cenderung ikut buta. Atau, saat istri hamil suami dilarang membunuh ular. Sebab jika hal ini dilanggar maka anak akan terlahir cenderung kepalanya menyerupai ular. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di laboratorium psikologi di Nijmogen-Belanda, ditemukan bahwa kepercayaan takhayul bagi ibu hamil muncul disebabkan dinamika system hormonal. Jika ibu hamil sangat mempercayai takhayul, maka hal tersebut akan mempengaruhi instabilitas hormonal yang akan merembet kea rah janin yang dikandungnya. Sebuah kepercayaan takhayul lainnya adalah kondisi ngidam. Dalam kaca mata psikologi, bahwa ngidam sebenarnya adalah sebuah reaksi lain dari ketidakmenentuan emosi ibu dalam menghadapi kehamilannya. Misalnya, ketika ibu hamil dan mengidam yang harus makan beras satu gelas setiap harinya, kiranya hanya merupakan kondisi instabilitas emosi, yang seharusnya dapat dikendalikan. Jika hal ini dibiarkan tentunya akan mengganggu kesehatan. 

     Keempat, hindari sikap penolakan terhadap janin. Bahwa sikap menolak terhadap kehamilan akan berpeluang terhadap kecacatan sikap dan perilaku anak kelak dalam hidupnya. Sebab, dengan adanya penolakan maka akan berpengaruh terhadap cara pengasuhan yang semena-mena.


     Kelima, tidak kalah pentingnya lagi adalah mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung gizi tinggi terutama terutama yang mengandung asam folat. Asam Folat juga sangat penting bagi wanita hamil. Asupan asam folat yang cukup sebelum dan selama kehamilan akan mencegah timbulnya kecacatan tabung saraf (Neural Tube Defects) NTDs pada bayi, yaitu spina bifida (kelainan pada tulang belakang) dan anencephaly (kelainan dimana otak tidak terbentuk). Dengan asupan asam folat yang cukup pada masa sebelum dan selama kehamilan yaitu sekitar 0.4 - 0.8 mg per hari, risiko timbulnya NTDs pada bayi dapat diturunkan hingga 80 %.[1]Wanita yang berencana hamil perlu mengonsumsi asam folat secara cukup, minimal 4 bulan sebelum kehamilan karena kekurangan asam folat berisiko bayi lahir dengan cacat pada sistem saraf (otak) atau cacat tabung saraf (Neural Tube Deffect). Sayuran berdaun seperti bayam, lobak cina, kacang kering dan kacang polong, sereal , biji bunga matahari serta buah-buahan dan sayuran tertentu seperti kentang, tomat, jeruk, adalah sumber yang kaya akan folat. Telur, hati dan produk-produk gandum juga termasuk bahan makanan yang mengandung banyak asam folat.




[1] Asam Folat Penting Untuk Kesehatan. Kumpulan Informasi dan Tips. http://informasitips.com/asam-folat-penting-untuk-kesehatan

Aku Tidak Mau Berbohong Ibu


 Siang itu matahari begitu terasa panas untuk dirasakan bagi orang-orang yang berada di luar rumah. Jalan-jalanpun dipenuhi anak-anak dengan pakaian seragam sekolah yang sedang pulang sekolah. Rina seorang anak siswa sekolah dasar kelas satu yang berada di salah-satu wilayah Surabaya baru menginjak lantai depan pintu rumahnya. Dengan suara lirih dan wajah yang kusut Rina mengucapkan salam  “Assalamu ‘alaikum...”. “Wa’alaikum Salam..” jawab bapak ibu Rina. Pada hari itu kebetulan orang tua Rina sedang berkumpul di ruang tamu. Kemudian Rina pun meletakkan tasnya di kursi tamu dan memberi ciuman tangan kepada orang tuanya. “Rina, cepet ganti baju dan makan ya nak”, ibunya pun lalu menyambut Rina. “Iya bu...” jawab Rina. Rina merupakan anak yang berkategori mandiri. Untuk berbagai aktifitas kesehariannyapun banyak dilakukannya dengan sendiri. Hal ini membedakan ia dengan teman-temannya seusianya.

Ketika ganti baju dan makan siang nampaknya dalam fikiran Rina dibebani situasi yang ada di kelas tadi. Dia merasa sedih karena nilai ulangan Matematikanya di bawah rata-rata. Dalam benaknya ia sebenarnya ingin berkata jujur kepada orang tuanya tentang nilai matematikanya tadi. Dari gurunya pun Rina bersama teman-temannya dibagikan lembar jawaban beserta nilainya dan harus diberitahukan kepada orang tua. Bagi Rina permasalahan dan situasi seperti seperti ini merupakan yang pertama kali ia alami. Rina merasa takut jika orang tuanya marah setelah tahu nilai ulangannya. Namun Rina termasuk anak yang baik dan taat kepada orang tua. Baik kepada bapak ibunya dan gurunya. Dalam hatinya berkata “Ya udah lah, kalau saya jujur pasti bapak ibu tidak marah”. Kemudian ia sudah berniat untuk memberitahukan masalah tadi setelah selesai makan.

Tiba-tiba terdengar suara ibunya memanggil dengan nada sedikit keras, “Rina, kalau sudah selesai makan, sini nak!”. Mendengar suara ibunya memanggil wajah Rina memerah dan merasa cemas. Karena cemasnya ia tidak fokus kepada panggilan ibunya tadi dan dalam benaknya hanya rasa takut dimarahi oleh orang tuanya. “Rinaaa...!” ibunya memanggilnya lagi dengan suaranya yang bertambah keras. “Iya bu, ini belum selesai makan,” jawab Rina dengan tergesa-gesa. Setelah selesai makan ia langsung menghampiri ibunya tadi. Wajahnya menunduk seolah-olah tahu apa yang akan terjadi. Nampaknya ia sudah pasrah dengan keadaan, yang bisa ia lakukan hanyalah menunggu kata-kata dari orang tuanya. “Ini nilai kamu Rin? Ayah ibu kan sudah bilang. Dikurangi mainnya. Lihat tow nak, nilai kamu. Si Marisa (teman Rina) itu lo rajin sekali.Makanya juara kelas. Besok lagi harus banyak belajar ya Rin, jangan main aja terus”. “iya bu...” hanya ucapan itu yang bisa Rina katakan. Kemudian ia pun pergi menuju kamarnya dengan hati yang sangat sedih. Niatnya yang baik ingin jujur kepada orang tuanya pun sirna dengan rasa kecewa karena teguran ibunya tadi.

Menginjak sore hari, Rina sudah bersiap-siap akan berangkat bermain Santi (tetangga Rina) bersama teman-temannya. Namun nampaknya Rina masih teringat teguran dari orang tuanya tadi. Ia ingin sekali minta izin kepada orang tuanya untuk pergi bermain, namun rasa ketakutannya pun membuat dirinya bingung untuk minta izin. Dalam hati sudah percaya bahwa ia tidak mendapatkan izin dari orang tuanya. Namun Rina lagi-lagi berkeyakinan “Kalau minta izin pasti boleh”. Selain itu ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, bahwa nanti ia akan cepet-pulang kalau setelah selesai dan akan belajar dengan giat, seperti apa yang ibunya nasihatkan tadi. Kemudian Ia pun beranikan dirinya untuk minta izin kepada ibunya. “Bu, Rina main ke rumah Santi ya. Tadi sudah janji sama teman-teman lo. Nanti Rina cepet pulang kok. Terus belajar bu...”, izin Rina. “Belajar Riiin, sudah saya bilang jangan bermain terus. Kapan belajarnya? Sore bermain, kalau malam nonton TV langsung tidur,iya kan?”, ibunya menegurnya kembali. Rina pun merasa kecewa yang kedua kalinya, kemudian ia pun langsung kekamarnya. Hanya tangisan yang bisa ia lakukan. (selesai).

Jangan ajari anak untuk berbohong. Terkadang orang tua tidak sadar atas sikapnya kepada anak. Seperti yang ada di kisah di atas. Ibu Rina tidak berniat untuk menjadikan Rina anak suka berbohong. Ibunya berniat untuk membuat Rina menjadi anak yang pintar dan rajin belajar. Namun ada segi lain yang harus diperhatikan. Yaitu niat baik Rina. Ada dua niat baik Rina yaitu: (1) Ingin jujur atas nilai matematikanya, dan (2) Ingin minta izain bermain dan berjanji cepet pulang untuk belajar. Niat baik anak itu nilainya kecil tapi bisa berakibat besar. Mungkinkah Rina akan bohong jika nilainya jelek lagi? Dan mungkinkah Rina akan bohong jika mau bermain lagi?

Berbohong mungkin sering digunakan untuk menghindari hukuman atau penolakan. Jika anak akan bereaksi buruk terhadap kebenaran, secara umum, anak mencoba untuk menyembunyikan kebenaran. Sekali lagi, anak-anak mengetahui keterampilan ini di usia kecil mereka dan dewasanya pun menjadi orang yang suka berbohong.

Dalam menyikapi masalah di atas, alangkah baiknya sikap ibu Rina lebih bijak lagi, antara lain: (1) mengetahui penyebab nilai matematikanya jelek. Apakah IQ-nya ataukah minat belajar Rina? Kalau IQ-nya maka orang tua salah apabila menyalahkan si anak. Kalau memang minat belajarnya tentulah sikap yang baik adalah menumbuhkan minatnya bukan belajarnya. Kita bangun minatnya terlebih dahulu, kalau sudah muncul maka belajarnya pun pasti timbul. Yang paling penting adalah kita harus masuk ke dunia si anak terlebih dahulu kemudian sedikit-sedikit kita tanamkan nilai-nilai yang baik kepada anak. Sebagai contoh: dari perkataan Farhan:“Bu, Rina main ke rumah Santi ya. Tadi sudah janji sama teman-teman lo. Nanti Rina cepet pulang kok. Terus belajar bu...”.dari sini kita sudah mengetahui nilai baik Rina yaitu minta izin, menepati janji dan berjanji akan cepat pulang untuk belajar. Alangkah baiknya kita hargai usaha Rina sudah berani minta izin. Dengan menghargai keberanian itu pasti si anak akan terus minta izin setiap kemana ia mau pergi.. Andaikan Rina tidak tepat janji, dengan sendirinya ia merasa bersalah dan jika kita beri hukuman tentunya ia akan ikhlas menerima hukuman tersebut. Di sini jiwa kewibawaan orang tua akan terlihat oleh si anak tersebut.